Raja Haria dan Porto Tak Becus Urus Warga

Kritikan tesebut datang dari salah satu aktivis Maluku yang juga pengamat Konflik Maluku, Imran Syaifullah, saat diwawancarai Info Baru di Ambon, Senin (2/12) kemarin.
Menurut Imran, bentrok yang kerap melibatkan warga Haria dan Porto, titik kelemahannya ada pada pemerintahan negeri di dua Desa/Negeri yang masih bersaudara tersebut, dalam hal ini Raja Haria dan Raja Porto.
“Sederahanya, kalau ada bentrok antar warga Haria dan Porto harusnya Raja di dua negeri itu, turun tangan untuk menenangkan warganya masing-masing. Pengamatan kami selama ini, bentrok antar warga Haria dan Porto itu tidak mampu diselesaikan lantaran kelemahannya ada pada Raja dua Negeri tersebut,” tandasnya.
Menurut Imran, harusnya ada pra kondisi di dua negeri tersebut kaitannya untuk mencegah agar bentrok antar warga tidak mudah meletus. “Antisipasi dini dari Raja Haria dan Porto selama ini kurang, sehingga ada isu atau provokator yang berperan kemudian akhirnya warga di dua negeri tersebut mudah berbenturan,” ungkapnya.
Imran menuturkan, bentrok yang mudah melibatkan warga Haria dan Porto selama ini terjadi lantaran hanya persoalan sepele.
Ia menyarankan dua Raja Negeri tersebut untuk duduk bersama sehingga memecehakan atau menyelesaikan masalah antar dua negeri tersebut yang selama ini tidak pernah ada titik temunya.
“Kalau soal tapal batas wilayah antar dua Negeri/Desa, maka Raja Haria dan Raja Porto beserta perangkat Negeri duduk bersama untuk membicarakan atau memecahkan masalah yang dihadapi. Sehingga ada kesepakatan bersama baik dengan pendekatan adat maupun pemerintahan, sehingga bisa ditemukan jalan keluarnya. Saya kira, ini jarang dilakukan oleh Raja Haria maupun Raja Porto. Sehingga warganya mudah diprovokasi pada akhirnya saling bentrok,” paparnya.
Imran menyarankan, agar bentrok antar warga Haria dan Porto itu secepatnya diselesaikan, Raja Haria dan Raja Porto harus aktif dalam menenangkan warganya masing-masing dengan pendekatan kekuasaan dan kekeluargaan.
“Tidak ada jalan lain. Haria dan Porto masih berhubungan saudara. Jadi penyelesaiannya harus ditempuh secara kekeluargaan,” bebernya.
Imrn juga meminta pemerintah dan aparat Keamanan khususnya, untuk membantu dua negeri agar bisa didamaikan.
Pasalnya, menurut Imran, jika bentrokan itu tetap saja hadir maka sanksinya adalah para generasi muda di dua negeri nasib mereka bakal suram dimasa mendatang.
“Anda bisa bayangkan kondisi para anak di dua negeri itu seperti apa. Kalau tiak saat ada gejolak disana. Otomatis para anak yang berstatus pelajar sudah sangat terganggu dan trauma berkepanjangan. Dampak buruknya terhadap masa depan mereka kelak suram, karena tidak secara normal mengenyam pendidikan seperti para anak yang lain di luar dua negeri tersebut,” (MAS)
Posting Komentar untuk "Raja Haria dan Porto Tak Becus Urus Warga"