Hasil CPNS K2 Bursel Dinilai Terdapat Kecurangan

AMBON, INFO BARU--Pengungmuman Hasil seleksi tenaga honerer Kategori Dua (K-II) menjadi Calon Pegawai negeri Sipil (CPNS) lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buru Selatan yang ditengarai sarat kecurangan hingga kini belum juga diselesaikan oleh otoritas setempat.
Demikian kata salah satu tokoh Pemuda Buru Selatan Jainal Jafar Souwakil, kepada Info Baru Selasa (4/3).
Menurut dia, dari pengumuman hasil seleksi ada tenaga honorer K2 diantaranya tidak sesuai dengan peraturan yang ditetapkan oleh Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara (Kemen-PAN).
Ia menduga, Pemkab Bursel telah melakukan kecurangan dengan cara meloloskan sejumlah nama untuk CPNS melalui tenaga honorer K2 mereka yang telah menjadi PNS. Bahkan ada sejumlah nama yang diloloskan oleh Pemkab Bursel adalah mereka yang tidak pernah terdaftar menjadi tenaga honorer.
Hal ini dapat dilihat berdasarkan nama-nama yang lolos CPNS. namun dari nama-nama tersebut katanya, ada yang baru mengabdi dua tahun, bahkan terdapat nama-nama yang tidak pernah mengabdi sebagai pegawai honorer sekalipun diangkat atau lulus jalur K2.
Souwakil menyebtukan, sejumlah nama yang lolos CPNS melalui K2 namun tidak sesuai dengan prosedur diantaranya, Yusran Umamiti, Muhammad Jen mony, Kartini, Adnan Solissa, Anita, Sidabutar, Jenny Julia, Rita Baginda.
Lanjutnya, Hakim, Jabdi Mamulati, Masawara Titahelu, Eca Waliulu, Hilda Sangadji, Sualip Umanailo, Yusran Ohorela, Masrin Maruapei, Elsye patty, Antohnis Jalean, Malik Kaimudin, Muju Souwakil.
Rusli Umanailo, Syamssi Mahu, Jubaida Wasuamba, Rusaed A Fatsey, Firdaus Souwakil, Muhamad Syukur, Yance Nahumaruri, Masja Bega Mohamad R Angkotasan, Gisman Gibrihi, Siti Kasuki, Lela Ismail, Ahmad Novel Laitupa, Gamar Bahta, dan Ismail Souwakil.
Kata dia, hal ini terjadi lantaran Pemkab Bursel tidak serius dalam melakukan seleksi CPNS K2 secara professional.
Sebaliknya lanjut Souwakil, Pemkab Bursel sengaja merekrut para CPNS yang lolos adalah mereka yang masih memiliki hubungan keluarga dengan para pejabat setempat dalam hal ini, Bupati Tagop Sudasono Solissa, Sekretaris Daerah (Sekda) Bursel (Mahmud Souwaikil), Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), M.A. Laitupa.
“Kami berharap, Bupati dan DPRD Kabupaten Bursel bisa serius menyikapi permasalahan terkait hasil pengumuman CPNS K2 yang tidak sesuai dengan prosedur sebenarnya,” tandasnya.
Pasalnya kata dia, jika terus dibiarkan maka masyarakat Bursel sudah pasti kecewa dengan kinerja Pemkab Bursel.
“Seharusnya Pemkab Bursel harus professional. bukan lebih mementingkan keluarga dan menyampingkan orang lain. Jangan praktekan nepotisme di Kabupaten bursel,” tandasnya.
Ia mengkritisi Pemkab Bursel dalam mengangkat tenaga CPNS melalui jalur K2 tidak mengikuti prosedur yang sebebnarnya atau telah diatur pemerintah pusat misalnya, pengangkatan CPNS K2 minimal mereka yang sudah honor pada 2005.
Dikuatirkan, jika Pemkab Bursel tidak secepatnya menyelesaikan masalh ini maka dapat memicu konflik di tengah masyarkat.
“Pemkab Bursel jangan hanya bisa senang diatas penderitaan rakyat. Karena Sudah terlalu lama masyarakat Bursel hidup sengsara,” pungkashya. (MG-02)
Posting Komentar untuk "Hasil CPNS K2 Bursel Dinilai Terdapat Kecurangan"