Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

LSM Peduli Maluku Gelar Penyuluhan Pertanian di Kecamatan Leitisel

Pembukaan Acara Penyuluhan Pertanian oleh Ketua P4S Bapak Max Rehatalanit (Foto: MAS).
AMBON, INFO BARU--LSM Peduli Maluku kembali menggelar kegiatan berupa pemberdayaan serta upaya meningkatkan perekonomian  masyarakat.

Kali ini, petani  se-Kecamatan Leitimur Selatan ditingkatkan pengetahuannya melalui kegiatan pelatihan pertanian.

Kegiatan tersebut diikuti 30 petani perwakilan dari seluruh desa di Kecamatan Leitisel,  kerjasama  LSM Peduli Maluku dengan Pusat Pelatihan Petani Pedesaan (P4S) Gerakan Masyarakat (Gerbang Mas)  dan  Produsen Bibir Pertanian cap “Panah Merah”, ikut dihadiri Raja Hutumuri, Bpk. Andreas Williem Tehupiory, Pendeta Jamlean dan  petugas pendamping petani dari Dinas Pertanian Kota Ambon, bpk. Minggus Sopacua .

Dalam kesempatan itu,  LSM Peduli Maluku juga membagikan bibit tanaman semangka kepada para petani  dibalai P4S, Desa Hutumuri. 

Ketua LSM Peduli Maluku, A. Mado saat membuka kegiatan mengaku sengaja menggandeng konsultan produsen bibit pertanian agar memberikan motivasi bagi petani, sekaligus meningkatkan pengetahuan  mereka tentang  teknik  menanam tanaman holtikultura  yang tepat dan benar, sehingga  diperoleh hasil yang maksimal.

Menurut Mado, saat ini untuk memenuhi kebutuhan sayur dan buah di Maluku, ternyata masih dipasok dari luar daerah.  Dengan memanfaatkan lahan tidur yang ada di Kecamatan Leitisel,  dosen Fisip UKIM ini berharap petani setempat dapat memenuhi kebutuhan sayur dan buah di Kota Ambon.

“Saya sengaja memotivasi petani, karena saat ini masih banyak lahan tidur yang belum dimanfaatkan. Dengan menggandeng perusahaan bibit panah merah, saya berharap para petani akan mendapat pendampingan dan ditingkatkan pengetahuannya entang teknik  bertani yang  professional,  guna meningkatkan  pendapatan ekonomi keluarga ,”ungkapnya.

Ia mengakui, selain Kecamatan Leitisel, pihaknya juga memberikan bantuan bibit ayam  kampung bagi masyarakat di Desa Aboru, khususnya mantan Tapol/Napol.  Kedepannya, LSM Peduli Maluku berupaya menggandeng instansi terkait untuk memberdayaakan para tapol/napol yang ada, mengingat selama ini mereka luput dari perhatian pemerintah.

Ketua kelompok tani Gerbang Mas, Max Rehatalanit menjelaskan, kegiatan ini dapat dimanfaatkan oleh para petani untuk meningkatkan pengetahuannya tentang teknik menanam tanaman holtikultura. Disamping tidak menggunakan modal yang besar dan cepat panen,  menurut Max, tanaman  semangka juga dikonsumsi oleh semua kalangan. “Bila menggunakan teknik yang benar, dapat dihasilkan buah semangka yang berkualitas dan petani dapat meraup keuntungan jutaan rupiah,”ujar petani semangka  itu.

Sementara itu, Raja Hutumuri sangat mengapresiasi positif kegiatan tersebut. Dikatakan, kedepannya  Pemkot Ambon akan menjadikan Kecamatan Leitisel  sebagai  daerah wisata. Dengan pengembangan pertanian holtikultura baik sayur dan buah di Kecamatan Leitisel, ia berharap dapat mendukung program Pemkot Ambon, menjadikan Kecamatan Leitisel sebagai daerah wisata.

Ia juga telah menyiapkan lima hektar lahan  tidur untuk dimanfaatkan sebagai  lahan pertanian holtikultura. “Saya  berangan-angan, Kecamatan Leitisel dikenal sebagai kawasan pertanian  untuk memasok kebutuhan saayur dan buah di Kota Ambon,”cetusnya.

Usai mengikuti pelatihan, para petani juga mengunjungi lokasi klaster holtikultura  di Desa Waiheru, Kecamatan Baguala, Kota Ambon. (MAS)