Pengungsi Negeri Lima Ancam Demo Pemda

AMBON, INFO BARU--Nasib pengungsi korban banjir Natural Dam Wai Ela Negeri Lima Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah hingga sekarang belum tuntas ditangani pemerintah provinsi Maluku termasuk Pemda Kabupaten Maluku Tengah.
Buktinya, sejumlah masalah mendasar seperti pembangunan fasilitas pendidikan dan kesehatan termasuk pemukiman yang sangat dibutuhkan warga korban banjir DAM Waiela itu, hingga kini belum juga dibangun oleh pemerintah.
Sehingga ribuan pengungsi Negeri Lima selaku korban jebolnya DAM Wai Ela itu mengancam, untuk melakukan unjuk rasa atau demonstrasi atas sikap Pemerintah Daerah (Pemda) yang dinilai tidak serius untuk menyelesaikan sejumlah perosalan mereka tersebut.
Pengungsi korban banjir DAM Wai Ela Negeri Lima itu menolak pemberian penghargaan kepada Pemkab Malteng karena pemerintah setempat dianggap tidak serius menangani masalah mereka.
Sesuai informasi yang disampaikan para pengungsi kepada Koran ini kemarin, terungkap sebagian besar pengungsi Wai Ela belum membangun tempat tinggalnya, karena keterbatasan anggaran.
“Sebagian besar pengungsi baru membangun pondasi rumah karena anggaran yang diberikan tidak cukup,” ungkap salah satu pengungsi yang enggan disebutkan namanya di Negeri Lima kemarin.
Pengungsi lain juga mempersoalkan besaran dana bantuan yang semula diinformasikan Rp 59 juta masing-masing keluarga (KK), namun yang disalurkan, justru hanya Rp 25 juta, itu pun dalam dua tahap.
Tidak heran, beberapa pengungsi sempat nekat membangun pondasi rumahnya di lokasi bencana karena tidak memiliki uang untuk membeli tanah yang nilainya antara Rp 5 juta hingga Rp juta.
Para Pengungsi Wai Ela Negeri Lima ini sangat berharap, pemerintah provinsi melalui BPBD segera mengambil alih penanganan karena pemerintah Malteng dianggap tidak memiliki itikad baik.
Para pengungsi Wai Ela juga mengancam akan menggelar aksi di Kantor Gubernur Maluku, jika nasib mereka tidak diperhatikan secara serius atau segera dituntaskan oleh pemerintah daerah. (RIN)
pemerintah tolong perhatikan msyarakat yang membangun di tempat daerah bencana karena bencana berikut akan adalagi
BalasHapus