Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Mencari Presiden yang Memperhatikan Maluku

Ilustrasi.

"Antara Harapan dan Realita"

INFOBARU-Pemilihan Umum presiden dan Wakil Presiden tahun 2014 tinggal menghitung hari, Tepatnya pada tanggal 9 juli 2014 seluruh rakyat Indonesia akan menentukan Pilihan politiknya guna menghasilkan pemimpin bangsa kedepan untuk membawa Indonesia kearah yang lebih baik.

Sudah terlihat jelas kalau ada 2 pasangan yang nantinya akan bertarung untuk merebut Kursi RI 1 dan RI 2 pada pilpres nanti yakni pasangan Jokowi Widodo-Jusuf Kalla yang didukung Koalisi partai PDIP, NASDEM, PKB, HANURA serta Pasangan Prabowo Subianto-Hata Rajasa yang diusung Partai GERINDRA, PPP, PKS, PBB, PAN dan GOLKAR sementara Partai Demokrat masih Mengambil Posisi Netral dalam Pilpres.

Kiranya pada hajatan pesta demokrasi 5 tahunan ini dapat membawa angin segar terutama terhadap pembangunan di provinsi Maluku yang selama ini masih terlihat termarginalkan dari segi arah dan kebijakan tidak pro terhadap provinsi berkarakteristik kepulauan ini.

Terlihat dalam memperjuangan Maluku sebagai provinsi Kepulauan serta Lumbung Ikan Nasional yang masih belum maksimal dan menemui titik terang, selain itu putera terbaik Maluku yang masih belum dipercayakan di pusat dalam mengisi jabatan di kabinet (Menteri) selama ini.

Hal tersebut tentu berbanding terbalik dengan jaman orde lama, dimana pada era pemerintahan Presiden Soekarno banyak mempercayakan putera Maluku di Kabinet salah satunya adalah Dr. J. Leimena.

Apalagi Maluku sebagai salah 1 Provinsi dari 8 Provinsi yang pertama mendukung kemerdekaan Indonesia, Jangan kemudian ritual demokrasi lima tahunan ini, terus mengabaikan soal nasib Kesejahteraan rakyat Maluku serta hanya menjadi komoditas politik semata saat berlangsungnya pesta demokrasi.

Serta kemudian para calon pemimpin bangsa ini hanya melihat dari 1 sisi saja, misalnya persentase suara pada saat Pilpres itu berlangsung, Kalau dari segi kalkulasi politik jumlah penduduk di Maluku hanya sekitar 1.531.402 jiwa, ini tidak sebanding dengan misalnya 1 kabupaten di wilayah pulau jawa seperti Kabupaten Malang di jawa timur yang Jumlah penduduknya mencapai 2.342.983 Jiwa.

Seharusnya banyak aspek yang harus diperhatikan yang antara lain adalah Kapasitas SDM putera Maluku di berbagai sisi pemerintahan yang tidak diragukan lagi seperti ada George Toisutta (Mantan KASAD TNI), Suaidy Marasabessy (Mantan Kasum ABRI), Prof. Alex Retraubun (Wamen Perindustrian), Nono Sampono ( Mantan Danjen Marinir) dan masih banyak SDM lainnya.

Belum lagi Realita Sejarah terkait posisi Maluku sebagai salah satu pondasi berdirinya NKRI, serta peran Jong ambon sebagai bagian dari pemuda Indonesia yang turut serta dalam perjuangan Kemerdekaan Republik ini.

Sehingga sudah saatnya Maluku harus diperhatikan di segala sisi pembangunan. Selama ini ada ketidakadilan yang diterima daerah Maluku dalam hal pembagian porsi anggaran dari pemerintah pusat, itu semua terjadi karena wilayah Maluku hanya dilihat dari luas daratannya saja padahal luas daratan di Maluku hanya sekitar 7, 6 % dan sisanya 92,4 % adalah lautan, selain itu potensi laut Maluku juga kaya akan sumberdaya ikannya sehingga ada 4 Laut di Maluku yang masuk Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) Nasional yakni laut banda, Laut Seram, laut arafura dan laut aru.

Sebagai salah satu propinsi kepulauan, Maluku memiliki 976 pulau, dengan 171 pulau diantaranya merupakan pulau berpenghuni dan sebanyak 20 persen potensi perikanan tangkap Indonesia berada di wilayah ini.

Berdasarkan hasil kajian, potensi Perikanan di propinsi ini mencapai 1,627 juta ton per tahun yang tersebar di tiga Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP), meliputi: Laut Banda; Laut Maluku, Teluk Tomini dan Laut Seram; dan Laut Aru, Laut Arafura dan Laut Timor.

Besarnya potensi tersebut belum diimbangi dengan pemanfaatannya, hingga tahun 2009 saja tercatat potensinya baru dimanfaatkan sekitar 21 persen atau 341.966 ton.

Dengan banyaknya pulau sebagai beranda terdepan Indonesia dan Potensi sumberdaya Laut yang begitu besar, seharusnya Maluku memiliki nilai tawar yang besar ke Pemerintah Pusat seperti halnya Aceh dan Papua yang kaya akan sumberdaya alam sehingga diberikan Otonomi Khusus.

Oleh karena itu di Pilpres 2014 nanti, semua orang maluku harus bersatu padu jika kita ingin Maluku bisa diperhatikan kedepan, semua elemen pemuda dan masyarakat harus menyatukan persepsi dan pikiran untuk memajukan Maluku.

Masih banyak Pekerjaan Rumah yang harus kita perjuangkan bersama baik Provinsi Kepulauan, Lumbung Ikan Nasional, SDM di Kabinet, Pengentasan Kemiskinan, peningkatan pendidikan, kesehatan dll.

Semoga apa yang kita cita-citakan dapat tercapai di Tahun politik ini, apakah  Pasangan Jokowi – JK-lah yang bisa merealisasikan keinginan ataupun cita-cita rakyat Maluku itu, ataukah pasangan Prabowo-Hata, pengusung Ekonomi Kerakyatanan itu yang akan mengakomudir aspirasi negeri seribu Pulau ini.

Yang jelas harapan kita bersama adalah siapapun yang terpilih nantinya harus memperhatikan Maluku kedepan ….Amin…!!! SEMOGA. (*)

Oleh: Amrullah Usemahu, SPi
Penulis adalah: Wakil Sekretaris DPW LP3-KPKN RI