Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Gubernur Maluku Akui Masih Banyak PR di Tahun 2014

Gubernur Maluku, Said Assagaff.
AMBON, INFO BARU--Gubernur Ma­luku Said Assagaf mengakui, ji­ka Pemerinta­han Provinsi Ma­luku di ba­wah kepemimp­inannya masih meninggalkan pekerjaan ru­mah (PR), pa­da 2014 lalu. Me­ski demikian ba­n­yak pencapaian yang telah diraih.

“Kita harus mengakui, jika di tahun 2015 ini kita masih menyisakan PR di tahun 2014. Olehnya itu, mari bersama kita lanjutkan pekerjaan rumah yang sempat tertinggal itu, meski di tahun lalu banyak pencapaian yang kita dapatkan,” kata Gubernur saat menyampaikan sambutan di malam pergantian tahun, Kamis (31/12), akhir pekan kemarin.

Dikatakan, dengan pergantian tahun 2014 ke 2015, Maluku akan selalu mengalami perubahan untuk kemajuan demi kesejahteraan masyarakat. Menurut Gubernur pada 2015, berbagai misteri yang akan menghampiri perjalanan negeri yang kental dengan budaya pela dan gandongnya itu. Namun dengan kebersamaan, maka Maluku bisa maju dan dipenuhi dengan aneka pembangunan, perubahan serta kedamaian.

“Tahun 2015 telah datangi kita dengan sejuta misteri. Namun kita tetap mengangkat kaki, mengayunkan tangan, menata dengan pasti bahwa Maluku akan semakin maju. Kota Ambon semakin aman, dan aneka pembangunan dan perubahan akan terlaksana di tanah raja-raja ini,” katanya.

Gubernur juga mengakui, jika pencapaian yang diraih oleh Pemda Provinsi Maluku pada 2014 lalu sangat memuaskan. Namun dirinya mengajak seluruh masyarakat dan stacholder untuk tidak berbangga dengan pencapaian tersebut.

“Selaku pemimpin di Maluku, saya merasa bangga atas pencapaian yang diraih bersama pada 2014. Namun jangan merasa bangga dengan pencapaian itu. tapi kita harus melakukan evaluasi dan intropeksi terhadap diri kita, untuk melakukan perbaikan-perbaikan pada 2015,” ujarnya.

Selain itu, Wakil Gubernur Maluku Zeth Sahuburua mengatakan, menyambut tahun baru 2015, masyarakat dan Pemda Maluku harus lebih baik, agar pembangunan dan kesejahteraan tetap terlaksana.

“Tidak mungkin kita tetap berada sama dengan tahun 2014. Sedangkan kita sudah satu langkah maju. Harus ada perubahan yang lebih baik dari tahun 2014,” tuturnya.

Selain peran masyarakat dan pemerintah, Wagub juga meminta agar media berperan guna membantu melakukan perubahan di Maluku, dengan jalan melakukan pemberitaan yang mendukung program pemerintah demi kemajuan daerah ini.

Namun semua itu tidak terlepas dari kewajiban media untuk mengontrol langkah pemerintah.

“Perubahan yang sangat cepat itu pada media. Jika media mampu melakukan terobosan dengan berita yang baik dan mendukung pemerintah, saya yakin perubahan di Maluku akan cepat terlaksana.

Namun media tetap berada pada fungsinya dengan melakukan control terhadap kebijakan pemerintah,” harap orang nomor dua di pemerintahan Maluku itu. (RTH)