Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Soal Pilpres Masyarakat Tidak Usa Takut Memilih

Pilpres 2014.
AMBON, INFO BARU--Juru Bicara pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden (Capres-Cawapres) Joko Widodo dan M. Jusuf Kalla di Maluku, Nataniel Elake mengajak masyarakat untuk tidak usa takut menentukan pilihannya dalam Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (PPWP) yang sedianya akan berlangsung pada 9 Juli 2014 mendatang.

Hal ini disampaikan Elake kepada wartawan, Jumat (21/6) kemarin menyusul adanya informasi jika masyarakat memilih Capres yang bukan militer, maka Maluku akan kembali konflik. Elake menegaskan, dua Capres yang akan bertarung pada 9 Juli nanti, bukan berasal dari milter tapi dari civil, sehingga masyarakat tidak usa takut dengan informasi sesat seperti itu.

“Saya tegas bahwa kedua Capres itu bukan berasal dari militer, sehingga jangan terpancing dengan isu-isu yang tidak benar. Masyarakat silakan memilih, dan harus benar-benar jelih dalam menentukan pilihannya,” ajak dia.

Menurutnya, Prabowo Subianto dan Joko Widodo adalah dua Capres yang latar belakangnya adalah sivil, meskipun tak dipungkiri Prabowo adalah bekas TNI. Secara realistis, Prabowo dan Jokowi sama – sama memiliki latar belakang yang baik, namun setidaknya rakyat harus jelih melihat siapa figur yang baik untuk memimpin Indonesia lima tahun kedepan.

Dia menegaskan, jika ada yang coba-coba mengacaukan proses ini, maka akan berhadapan dengan TNI dan Polri. “Silakan kalau ada yang mau coba-coba bikin kacau di daerah ini. Sekali lagi saya ingin sampaikan bahwa yang mau bikin kacau silakan, tapi resikonya harus berhadapan dengan Tentara dan Polisi,” tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat Maluku untuk memilih Capres yang sesuai dengan hati nurani, namun tentunya harus dilihat dari berbagai variable. Dimana harus memilih pemimpin yang merakyat, dan tak dipungkiri bahwa Capres yang dekat dengan rakyat saat ini adalah Jokowi. “Meskipun menurut sebagian orang, apa yang dilakukan Pak Jokowi adalah bentuk pencitraan,” ujarnya.

Selain beberapa hal tersebut, Elake juga meminta masyarakat agar melaporkan TNI maupun Polri yang cenderung bermain ke salah satu Capres.  “Jika ada TNI dan Polri yang terlibat bermain ke salah satu kandidat, maka segera dilaporkan ke pihak yang berwajib agar diproses berdasarkan hukum yang berlaku,” sarannya.

Masyarakat Maluku, menurut Elake, harus bisa menjaga proses ini dengan baik dan jangan mau terpancing dengan isu-isu yang tidak masuk akal. Pada prinsipnya demokrasi membutuhkan kedamaian dan tidak membutuhkan kekerasan.

“Mari kita menjaga proses ini secara dewasa dan bijaksana. Demokrasi di daerah ini harus berjalan elegan, serta harus terlepas dari intimidasi, terror maupun tindakan – tindakan lain yang tidak berwibawa,” tutupnya. (TWN)