Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Banyak yang Golput Gara-Gara Piala Dunia

Ilustrasi.
AMBON, INFO BARU--Gara-gara begadang untuk nonton tayangan langsung semifinal Piala Dunia 2014, yang menampilkan Jerman melawan Brasil, Rabu (9/7) dini hari, sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) di Ambon sepi, dan sebagian besar warga terpaksa tidak menggunakan hal pilihnya alias golput (golongan putih).

Di kawasan Batumerah misalnya, Petugas Kelompok Penyelenggara Pemilihan Suara (KPPS), terpaksa berulang kali menggunakan pengeras suara masjid untuk mengundang masyarakat mendatangi TPS-TPS yang tersedia.

Pantauan koran ini pada beberapa TPS di kawasan Desa Batu Merah, hingga pukul 10.00 WIT masih sepi dari pemilih. Kursi-kursi yang telah disediakan panitia di bawah tenda, nampak kosong, hanya terlihat petugas KPPS serta beberapa warga.

Mayoritas pemilih yang datang hanya para ibu rumah tangga, dan mendominasi beberapa TPS hingga usai perhitungan surat suara. Konon dari informasi yang dihimpun Info Baru, sebagian besar para ibu rumah tangga yang dating lebih awal di TPS ini, tidak ikut begadang menonton piala dunia.

Kaum lelaki hanya sedikit yang dating, karena sebagian besar ikut larut dalam euforia kemenangan Jerman yang menjebol gawang Brasil sebanyak tujuh gol, dan hanya dibalas dengan gol tunggal oleh Brasil.

Ada juga yang tidak datang, lantaran grup unggulannya Brasil, yang juga tuan rumah, kalah telak dipecundangi Jerman. Mereka jadi tidak bersemangat mendatangi TPS masing-masing. Karena akhir pertandingan sepak bola hanya selisi waktu sekitar 30 menit, dengan waktu TPS dibuka secara resmi.

Yuli salah satu petugas KPPS TPS VI Madrasah Ibtidaiyah (MI) 1 Ambon, Asrama Militer (Asmil) Batu Merah, sejak TPS dibuka pada pukul 7.00 WIT, masyarakat belum banyak yang berduyun-duyun datang seperti pada pemilihan calon anggota legislatif dan pemilihan gubernur 9 April lalu.

“Ini mungkin dong masih pawai dengan kemenangan Jerman, sehingga hingga pukul 07.00 sejak TPS dibuka belum terlihat antusias warga datang di TPS,” ujarnya.

Mungkin juga, lanjut Yuli, karena Brasil kalah yang, jadi  para fansnya kecewa dan tidak mendatangi TPS yang sudah dibuka sejak pukul 07.00 WIT.

Awalnya optimistis masyarakat pemilih akan datang ke TPS pada siang hari, karena hari pencoblosan pemilihan presiden ini ditetapkan sebagai hari libur.

"Saya perkirakan warga akan datang pada siang hari, namun nyatanya, suasananya tidak jauh berbeda dengan pagi hari tadi yang masih sepi hingga saat penghitungan suara. Di TPS V MI 1 Ambon ini jumlah pemilih berdasarkan DPT sebanyak 561 orang, yang menggunakan hak pilih sebanyak 311 orang,” ujarnya. (SAT)