Seleksi Komisioner KPU Kota, Kainama dan Pontoh Jangan Lupa Mahasiswa
AMBON, INFO BARU–Sebagai dosen, Nus Kainama dan Irene Pontoh diingatkan untuk tidak melupakan mahasiswa di kampus Unpatti, lantaran sudah sepuluh tahun keduanya mengkonsentrasikan diri sebagai komisioner KPU Kota Ambon.
“Jika mencalonkan diri lagi menjadi komisioner KPU Kota Ambon, maka pasti ada sesuatu yang istimewa di KPU Kota Ambon. Dua dosen Unpatti itu kalau lolos seleksi dan terpilih lagi maka keduanya akan duduk sebagai komisioner KPU Kota Ambon selama lima belas tahun,” sindir aktivis pemuda Eduard Futwembun saat dihubungi Info Baru Senin kemarin.
Menurutnya, regulasi memang tidak membatasi komisioner KPU mencalonkan diri lagi untuk yang ketiga kalinya, tetapi berkaca dari sebagian besar komisioner yang memilih untuk berhenti setelah dua periode, mestinya menjadi semangat bahwa sebagai seorang tenaga dosen tempatnya di depan kelas dan harus ada kesadaran untuk kembali dekat dengan mahasiswa.
“Mengikuti seleksi sampai periode ketiga, berarti patut dipertanyakan motivasinya apa sich? Pihak Universitas yang mengirimkan staf pengajarnya untuk menjadi komisioner KPU juga harus tegas sehingga jangan sampai ada penilaian dosen-dosen sangat narsis menjadi komisioner KPU sampai tiga periode dan enggan kembali ke kampus,” tegas Futwembun.
Oleh karena itu, tim seleksi KPU Kota Ambon yang umumnya beranggotakan para akademisi, diingatkan untuk mengambil sikap dengan cara tidak meloloskan mereka agar segera kembali memberikan waktu secara penuh di kampus.
“Menjadi komisioner KPU Kota Ambon selama tiga periode itu, menurut saya bukan suatu pendidikan yang baik, tapi itu contoh buruk sehingga sebaiknya digugurkan. Masih terlalu banyak orang-orang berkualitas lainnya sehingga jangan menampakkan kepada rakyat seolah-olah tidak ada Nus Kainama dan Irene Pontoh di KPU Kota, maka segalanya akan sulit. Dua orang dosen itu harus digugurkan. Saya kira itu lebih baik supaya keduanya bisa kembali ke kampus mengabdikan diri secara penuh,” tegas Futwembun.
Masih menurutnya, tindakan Irene Pontoh yang mengikuti seleksi menjadi komisioner KPU Maluku dan Komisioner KPU Kota Ambon juga jelas memperlihatkan bahwa ada sesuatu yang ingin dicarinya dan tidak rela meninggalkan kursi komisioner KPU.
“Saya kaget membaca nama Irene Pontoh lolos seleksi administrasi calon komisioner KPU Kota Ambon. Apa sesungguhnya yang dicari oleh Irene Pontoh? Dia kan sedang mengikuti seleksi di Provinsi Maluku, aneh kalau ikut lagi di Kota Ambon,” kata Futwembun.
Untuk dia berharap ke depan pihak universitas atau pimpinan Rektor atau Dekan, Ketua Jurusan atau Program Stusi, khususnya di Fakultas Hukum dan FISIP dan fakultas lainnya di Unpatti yang memberikan ijin bagi para dosen untuk mengikuti seleksi di lembaga manapun harus diberikan batas waktu sehingga tidak lagi terjadi seperti Nus Kainama dan Irene Pontoh yang masih ingin bercokol selama tiga periode,” tegasnya. (SAM)
Posting Komentar untuk "Seleksi Komisioner KPU Kota, Kainama dan Pontoh Jangan Lupa Mahasiswa "