Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

BNN: Maraknya Penyalagunaan Narkoba Disebabkan Faktor Ekonomi

Logo BNN.
AMBON, INFO BARU--Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Wilayah Maluku, Benny Pattasina mengatakan, maraknya peredaran dan penyalahgunaan Narkotika dan Obat-Obatan terlarang (Narkoba) di daerah ini, disebabkan karena factor ekonomi.

“Secara nasional kondisi saat ini yang tergambarkan adalah meningkatnya peredaran dan penyalahgunaan narkoba juga disebabkan oleh tingginya angka kemiskinan dan pengangguran yang berbanding lurus dengan rendahnya tingkat pendidikan,” kata Benny kepada sejumlah wartawan,Senin (15/9).

Menurut dia, fenomena peredaran dan penyalahgunaan Narkoba tersebut, diprediksikan bakal terjadi di berbagai lapisan masyarakat tanpa membedakan strata sosial, ekonomi, usia maupun tingkat pendidikan.

Pasalnya, yang paling mempengaruhi seseorang secara mudah dapat mengkonsumsi Narkoba adalah karena factor ekonomi.

“Pengangguran dan tingkat kemiskinan yang tinggi membuat orang gampang tergiur untuk mendapatkan uang banyak dengan cara mudah, salah satunya dengan menjadi pengedar narkoba. Begitu juga sebaliknya, semakin tinggi tingkat ekonomi seseorang bisa membuatnya secara gampang mendapatkan narkoba,” katanya.

Sebab itu strategi yang sedang dijalankan oleh BNN untuk meminimalisir semua itu, kata Benny, secara nasional adalah mendorong masyarakat untuk turut berperan serta dalam Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan, Perdagangan Gelap Narkoba (P4GN). Sehingga dengan sendirinya masyarakat menjadi tidak suka terhadap Narkoba.

Selain itu, para korban penyalahgunaan Narkoba juga tidak lagi dihukum penjara melainkan direhabilitasi seperti sebelum-sebelumnya, namun hanya diberikan peringatan melalui rehabilitasi.

“Yang diberantas adalah jaringan dan pengedar narkoba, tapi korbannya diselamatkan. itulah mengapa tahun 2014 telah dicanangkan sebagai tahun penyelamatan pengguna narkoba,” katanya.

Berdasarkan hasil survei Pusat Penelitian Kesehatan (PUSLITKES) Universitas Indonesia (UI), angka angka prevalensi penyalahgunaan narkoba di Maluku saat ini sudah mencapai 1,9 persen dari total populasi penduduk sebanyak 1,8 juta jiwa.

“Survei pada 2008 menunjukkan 9,9 persen pelajar dan mahasiswa pernah menggunakan narkoba, 6,0 persen pernah menggunakan narkoba, ini menyebabkan Maluku berada pada urutan kedua secara nasional,” katanya. (R0L)