Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Mahasiswa Ambon Bakar Bendera Australia

Mahasiswa IAIN Ambon Membakar Bendera Australia Sebagai Protes atas Penyadapan terhadap Pemerintah RI.
AMBON, INFO BARU-Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon, Rabu (27/11) kemarin berunjuk rasa di Balai Kota Ambon. Mereka membakar bendera Australia, sebagai bentuk protes penyadapan intelijen Australia terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan sejumlah pejabat tinggi di negara ini.

Aksi bakar bendera Australia sekitar pukul 12.40 WIT itu menyita perhatian masyarakat dan warga Kota Ambon. Teriakan merdeka dan hidup NKRI mewarnai aksi tersebut.

Dikomando oleh Presiden Mahasiswa IAIN, Ahmad Rahayaan, mahasiswa menilai ulah penyadapan intelijen Australia telah merongrong kewibawaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ahmad Rahayaan dalam orasinya meminta pemerintah memutuskan hubungan kerjasama di semua bidang dengan Australia. Sebab tindakan penyadapan telokomunikasi itu telah mengancam system pertahanan negara.

“Apa yang dilakukan oleh intelejen Australia merupakan ancaman terhadap NKRI dan ini harus ditanggapi serius karena wibawa negara telah dirongrong. Kami mahasiswa tidak terima aksi Australia ini. Tes kami atas penyadapan pejabat tinggi Indonesia adalah membakar bendera Australia,” tandasnya.

Pengunjuk rasa juga mendesak pemerintah Kota Ambon memutuskan hubungan kota bersaudara atau sister city dengan Pemerintah Australia serta kerjasama dengan Kota Darwin Australia.

Menurut koordinator lapangan, Rusdi Ali, walaupun hubungan kerjasama Ambon-Darwin melalui sister city atau kota bersaudara telah berlangsung lama. Namun melihat aksi penyadapan merupakan rongrongan dan ancaman terhadap pertahanan Negara.

Menanggapi aspirasi yang disampaikan, Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon, A.G. Latuheru didampingi Asisten I pemkot, Jopie Tepalawatin dan Kabag Humas dan Protokoler Pemkot Ambon, Joy R. Adriansz mengaku penyadapan oleh agen rahasia Australia cukup mengganggu hubungan kerjasama Ambon-Darwin.
Latuheru mengatakan, putusan hubungan kerjasama dengan Darwin Australia kini menunggu instruksi dan petunjuk pemerintah pusat dalam hal ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

“Apa yang dirasakan saudara-saudara mahasiswa atas kasus penyadapan ini juga dirasakan Pemkot Ambon. Kita tetap berjuang untuk mempertahankan kedaulatan NKRI sampai titik darah penghabisan dan kita sementara menunggu intruksi pusat. Jika Pempus mengintruksikan menghentikan segala bentuk kerjasama dengan Australia, maka otomatis hubungan Ambon-Darwin juga akan diputus,” tandasnya. (RIN)

1 komentar untuk "Mahasiswa Ambon Bakar Bendera Australia"