Jusuf Kalla: Jangan Melihat Tingginya Gedung Kampus

AMBON, INFO BARU--Mantan Presiden Republik Indonesia Periode 2004-2009, Jusuf Kalla, mengajak para wisudawan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon untuk tidak hanya melihat perguruan tingginya, dari berapa banyak gedung yang menjulang tinggi.
Hal itu dikatakan Jusuf Kalla, saat menyampaikan sambutannya dalam acara wisuda, yang digelar di Gelanggang Olahraga (GOR) IAIN Ambon, Sabtu (28/12) akhir pekan kemarin.
“Untuk para wisudawan, jangan hanya melihat kampus dari berapa banyak gedung yang menjulang tinggi, namun harus melihatnya dari tingginya kecerdasan dan ilmu pengetahuan yang dimiliki,” ajak Jusuf Kalla.
Dia mengajak, wisudawan dan mahasiswa untuk melihat secara sepadan antara tingginya kampus dan ilmu pengetahuan serta kecerdasan yang dimiliki para mahasiswa dan tenaga pendidiknya.
“Semua hal tersebut harus berjalan secara sepadan. Artinya tingginya kampus harus sepadan dengan ilmu pengetahuan yang dimiliki, mahasiswa dan tenaga pendidiknya,” ujarnya.
Dikatakan, ilmu ada di kepala sementara kearifan ada di hati. Semuanya harus diperoleh dalam hal yang bersamaan. “Dua hal ini harus diupayakan berjalan secara bersamaan,” cetusnya.
Ia juga menghargai upaya perjuangan IAIN Ambon menuju UIN yang berwibawah. Karena masa depan suatu bangsa sangat ditentukan oleh pendidikan di bangsa ini.
Katanya, tidak ada bangsa yang maju tanpa pendidikan yang baik, karena kemajuan selalu didasari oleh suatu nilai yang sangat baik. Semua hal tersebut, hanya bisa didapat dan diraih dengan ilmu pengetahuan.
“Tidak ada bangsa yang maju, tanpa pendidikan yang baik. Olehnya itu perguruan tinggi harus selalu melihat kedepan,” sarannya.
Menurutnya, ada perbedaan antara perguruan tinggi dan moseum. Perguruan tinggi itu selalu melihat kedepan, sementara moseum melihat ke belakang. Sehingga untuk mencapai suatu lembaga pendidikan yang lebih maik, maka tugasnya adalah selalu mencari dan menggali.
Harapanya, agar seluruh civitas akademik IAIN Ambon, baik rektor, pembantu rektor, dekan, staf pengajar (dosen), pegawai administrasi maupun wisudawan dan mahasiswa untuk bisa melihat kampus hijau itu lebih jauh kedepan, guna mendapat tujuan yang baik untuk masyarakatnya.
Ia juga mengatakan, tujuan suatu perguruan tinggi sama hal dengan Agama, karena Agama selalu melihat sesuatu kedepan. “Tujuan suatu perguruan tinggi sama dengan Agama. Kenapa harus Agama, karena nilai keagamaan selalu berubah dari masa ke masa,” jelasnya.
Sebagai masyarakat yang berbangsa dan bernegara Indonesia, tentunya semua orang dituntut memahami arti pentingnya Pancasila yang tertuang dalam sila pertama “Ketuhanan Yang Maha Esa”.
Makna dari sila tersebut, kata Jusuf Kalla, yakni semua agama harus saling menghargai dan memahami antara satu sama yang lainnya. Indonesia bukan negara yang berdasarkan agama, tapi Ketuhanan Yang Maha Esa.
“Indonesia adalah negara yang berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa. Olehnya itu selaku masyarakat yang beragama harus saling menghargai dan menghormati,” ajaknya pula.
Ia mengatakan, Maluku adalah provinsi yang sangat berpotensi, selain itu kerukunan antar umat beragamanya sangat toleran. Tentunya, hal ini akan bisa menjadi contoh yang baik bagi provinsi lain di Indonesia.
Menyoroti, tema dies natali IAIN Ambon “Mempertegas komitemn IAIN Ambon untuk Perdamaian” kata Juduf Kalla, merupakan hal penting yang harus didorong demi terciptanya Maluku dan Indonesia ke arah yang lebih baik.
“Dengan tema ini kita berharap, semua orang dapat mendorong Maluku dan Indonesia lebih baik lagi,” tutupnya. (TWN)
Posting Komentar untuk "Jusuf Kalla: Jangan Melihat Tingginya Gedung Kampus"