Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Perpustakaan Ukim-Unidar Butuh Koleksi Buku

Engelina Pattiasina.
AMBON, INFO BARU--Perpustakaan memegang peranan penting dalam menunjang keberadaan sebuah lembaga pendidikan baik di negara serta daerah manapun tak terkecuali di Provinsi Maluku.

Meskipun pengunjung perpustakaan semakin berkurang lantaran mahasiswa maupun siswa cenderung menggunakan media internet dalam menyelesaikan tugas-tugasnya, hal itu tidak menggeser peran perpusatakaan sebagai tempat pengarsipan yang menyimpan berbagai dokumen dan bukti-bukti sejarah.

Menyikapi hal tersebut, mantan asisten staf pengajar program S3 Universitas Bremen Jerman Barat, Engelina Pattiasina, saat mengunjungi Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) dan Universitas Darusalam (Unidar), Selasa (18/2) kemarin.

Engelina yang Inisiator gerakan Maluku Kaya  ini menyempatkan diri mengunjungi perpustakaan UKIM dan Unidar untuk mendapatkan data yang lebih rinci tentang sejarah Maluku dan Dunia.

Hal ini sebagai bentuk kepedulian dan kecintaannya kepada dunia pendidikan, khususnya di Maluku, namun ternyata koleksi buku di dua perpustakaan tersebut masih  minim.

Dalam waktu yang berbeda, dua kepala perpustakaan tersebut turut mengakui minimnya kekurangan buku atau masih membutuhkan buku tambahan.

Pendiri PT. Pertamina yang pernah menghunting buku-buku maupun dokumen penting tentang sejarah dunia, termasuk Indonesia dan Maluku hingga ke Belanda ini, menemukan Maluku telah dikenal sejak dulu dengan sebutan sebagai negeri indah di bawah awan, yang kaya akan rempah-rempah.

Kekayaan alam inilah yang membawa petaka bagi Indonesia dan harus rela menghadapi era penjajahan karena menjadi rebutan beberapa Negara.

Meskipun era tersebuttelah lama berlalu, namun kemiskinan masih dirasakan negeri penghasil rempah-rempah yang juga kaya akan sumber daya alam ini.

Mantan anggota DPR-RI Dapil Sumatera Utara (Sumut) ini menyatakan, Maluku sebagai negeri kaya  telah mengalami dua nestapa yang sama dengan Negara-negara kaya lainnya, yaitu harus menghadapi konflik dan kemiskinan.

Hal tersebut disampaikan Engelina saat bincang-bincang akrab dengan Dekan Fisip Unidar Farida Hehanussa, para dosen serta puluhan mahasiswa.

Menurut Pattiasina, Maluku harus dibangun di atas budaya Maluku. Mengutip keberhasilan Jepang melalui restorasi Meiji dan berhasil diakui dunia Internasional, Engelina meminta agar mahasiswa tidak malu mengaku sebagai anak Maluku.

“Kita harus bangga menjadi orang Maluku  dan bersatu membangun daerah ini dengan menjunjung kebudayaan Maluku agar kita kaya secara bermartabat,” ujarnya.

Ia juga meminta agar masyarakat Maluku harus tetap bersatu untuk mengawal dan mengelola berbagai kekayaan alam yang ada, untuk kepentingan dan kesejahteraan negeri seribu pulau ini.

Selain membagikan ilmunya,  di dua Universitas swasta tersebut, Engelina juga menerima keluhan tentang berbagai kendala yang dihadapi, diantaranya minimnya pendanaan.

Dalam kesemnpata tersebut, Rektor UKIM DR. Nelles Alyona menyatakan,  lembaga pendidikan yang dipimpinnya saat ini sedang berbenah diri, membangun infrastruktur dan meningkatkan kualitas pendidikan,  untuk menelorkan lulusan yang dapat membangun Maluku kedepan.

Meskipun mendapat bantuan dari Pemprov Maluku kata dia, namun diakuinya jumlah itu tidak sebanding dengan biaya operasional kampus.

Caleg DPD RI  nomor urut 9 Dapil Maluku ini juga memberikan beberapa solusi dengan memanfaatkan bantuan dana dari beberapa pihak, baik dari dalam maupun luar negeri.

Sedangkan untuk melengkapi koleksi perpustakaan, Engelina meminta agar pihak di dua kampus melobi ke perpustakaan Maluku di Belanda, yang akan ditutup karena minimnya pendanaan.

Pasalnya,  sejumlah dokumen penting tentang Maluku, juga ikut tersimpan di Negara kincir angin tersebut.

Menurutnya, dokumen tersebut harus diselamatkan untuk kepentingan Maluku dan generasi muda  ke depan. (MAS)

Posting Komentar untuk "Perpustakaan Ukim-Unidar Butuh Koleksi Buku"