Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Fekon Unpati Gelar Seminar Nasional Perbankan

Fekon Unpatti Ambon(Foto: Doc. unpatti.com).
AMBON, INFO BARU--Badan Supervisi Bank Indonesia (BI) bekerjasama dengan Fakultas Ekonomi Universitas Pattimura mengadakan Seminar Nasional 2014. Acara ini digelar di Aula kantor Rektorat Lantai II.

Kegiatan yang bertemakan, “Peran Bank Indonesia dalam Pengembangan Ekonomi di Daerah” ini dihadiri sekitar 500 peserta, yang terdiri dari para dosen fakultas ekonomi, pegawai, serta mahasiswa di seluruh fakultas.

Kegiatan yang digalang oleh sejumlah dosen Fakultas Ekonomi itu berjalan sukses. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka melaksanakan sosialisasi peran BI di daerah melalui Badan Supervisi BI.

Tujuan utamanya adalah pengembangan perekonomian daerah khususnya dalam mendukung pengendalian kestabilan harga ditingkat wilayah.

Narasumber dalam kegiatan ini, masing-masing, Badan Suverfisi Prof. Sri Adiningsih, BI Perwakilan Maluku, Wuryanto. Sementara yang bertindak sebagai pengarah atau moderator dalam kegiatan tersebut, yakni  Dosen Fakultas Ekonomi Unpatti, Dr. Asmiranda Latuconsina.

Kepala Perwakilan BI Maluku, Wuryanto dalam materinya menjelaskan, tugas BI adalah mengawal proses transisi pasca pengalihan tugas ke otoritas jasa keunagan (OJK).

Dia mengatakan, fungsi pengawasan Pebankan di Indonesia sudah dilakukan sesuai dengan Undang-Undang. “Meskipun pengaturan dan pengawasan telah di kelolah oleh OJK, tetapi keberadaan BI di daerah-daerah tetap diperlukan,” ujarnya.

Sementara Prof. Sri Adiningsih dalam paparanya menjelaskan, langkah strategis yang dilakukan untuk mengendalikan inflasi di daerah adalah harus lebih meningkatkan elektabiltas informasi. “Hal ini dimaksudkan agar lebih memberikan penguatan kelembagaan untuk terciptanya sinergi antara lembaga terkait dan masyarakat,” jelasnya.

Kalau untuk meningkatkan edukasi terkait inflasi, maka harus diberikan rekomendasi kepada Pemprov maupun Pemkot, serta melakukan koordinasi dengan pihak terkait dalam mengelola ekspektasi inflasi masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Latuconsina yang bertindak sebagai moderator, lebih mengingatkan peserta untuk memahami pandangan steakholder terhadap peranan kantor perwakilan BI dan memahami pentingnya keberadaan BI di Daerah Maluku.

Menurutnya, selain untuk beberapa agenda penting, kegiatan tersebut juga dilakukan untuk memperjelas pengalihan fungsi pengaturan dan pengawasan bank, dari BI ke OJK.

Garis besar yang menjadi pembahasan dalam kegiatan tersebut yakni, profil dan tantangan ekonomi daerah dan juga peran BI dalam penguatan ekonomi daerah. Bank merupakan perantara keuangan, sehingga kepercayaan yang diberikan BI kepada masyarakat Maluku harus dimanifestasikan dengan baik.

Dikatakan, keberhasilan bisa dicapai tergantung tingkat pendapatan perkapita, distribusi pendapatan dan kesungguhan sector perusahan untuk menabung cukup tinggi. Ini terlihat dari simpanan giro yang meningkat rata-rata 22%, dan simpan berjangka rupiah dan valuta asing yang meningkat rata-rata 23%, setiap tahun selama kurung waktu 2008-2012.

“Peran Perbankan sebagai lembaga intidimensi keuangan telah menjadikan Maluku sebagai daerah berkembang. Dan diharapkan, lebih meningkatkan lagi, agar Maluku bisa menjadi daerah potensial dan maju di mata nasional,” tutupnya. (SAT)

Posting Komentar untuk "Fekon Unpati Gelar Seminar Nasional Perbankan "