Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Pasokan Listrik di Pulau Haruku Kembali Normal

Pasokan Listrik di Pulau Haruku Kembali Normal (Ilustrasi).
AMBON, INFO BARU--Pasokan listrik untuk pelanggan PT PLN (Persero) di kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) yang sebelumnya berkurang akibat gangguan atas kerusakan salah satu mesin gensetnya.

Demikian hal ini dikatakan, Bagian Humas PT PLN persero wilayah Maluku dan Maluku Utara (Mal-Malut), Marswid Hetharia, yang dkonfirmasi Info Baru Kamis (4/9) di Ambon.

Diakuinya, beberapa hari kemarin telah terjadi kerusakan salah satu genset milik PLN Rayon Pulau Haruku. Akibatnya daya pasokan listrik tidak mampu melayani semua pelanggang setempat.

“Jadi, mulai Sabtu 31 Agustus 2014 pasokan listrik di Pulau Haruku sudah berjalan dengan lancer atau normal. Tidak ada lagi terjadi pemadaman lampu,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, untuk mengantisipasinya pihak PLN melakukan pemadaman bergilir di wilayah setempat.

Hetharia menjamin, kedepan tidak ada lagi pemadaman listrik di Pulau Haruku, karena telah diperbaiki generator pada salah satu mesin, dan sudah bisa melayani pasokan listrik untuk sekitar 15 desa di Pulau Haruku akan berjalan seperti biasa.

“Kami menjamin tidak ada lagi pemadaman listrik seperti kemarin. Jika terjadi mungkin akibat gangguan pada jaringan kabel di jalan akibat terkena dahan kayu, sehingga menghalangi pasokan listrik. Tapi gangguan itu sudah diatasi,” paparnya.

Menyangkut, dugaan ada oknum pegawai PLN yang menjual sisa minyak (BBM), bahkan memainkan angka meteran KWH pelanggan demi keuntungan pribadi, Hetaria menegaskan, jika terbukti, maka pihak PT. PLN Maluku dan Maluku Utara, akan melakukan tindak keras berupa pemberhentian terhadap oknum pegawai dimaksud.

“Jika ada laporan masyarakat terbukti akurat ada oknum pegawai PLN yang sengaja menjual sisa solar, maka akan ditindak keras berupa pemecatan. Dan soal pelanggaran dengan menggandakan pembayaran rekening pelanggagan, jika terbukti ada pegawai PLN yang melakukan hal tersebut, maka akan dipecat, karena sesuai dengan perintah dari pimpinan,” tegasnya.

Sebagai langkah antisipasi, Hetaria menghimbau kepada seluruh masyarakat khususnya di Pulau Haruku maupun Maluku umumnya, yang mendapatkan pelanggaran seperti yang dimaksudkan di atas, agar dilaporkan ke aparat terkait di masing-masing daerah atau langsung call senter PLN Wilayh Maluku dan Maluku Utara.

“Kami dari pusat tidak mengetahui ada oknum PLN di daerah yang nakal. Jika masyarakat menemukan tindakan demikian, maka harus dilaporkan kepada kami (PLN wilayah Maluku dan Maluku Utara-Red), sehingga oknum pegawai PLN bersangkutan ditindak tegas. Karena merugikan kepentingan orang banyak,” katanya. (SAT)